Melakukan Bisnis di Indonesia untuk Orang India: Manfaat Mendirikan Perusahaan IT

Ekonomi berkembang India dan Indonesia telah makmur dalam beberapa tahun terakhir sebagai hasil kerja sama mereka. Menurut penilaian Kedutaan Besar India, investasi India di Indonesia lebih dari $15 miliar, sedangkan investasi Indonesia di India telah mencapai $627 juta.

Artikel ini membahas berbagai aspek ekonomi digital Indonesia dan bagaimana menjalankan bisnis di Indonesia bagi perusahaan IT India dapat menjadi peluang yang menguntungkan.

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Indonesia memiliki ekonomi digital paling menjanjikan di negara-negara ASEAN, dengan GMV (Gross Merchandise Value) tumbuh pada tingkat tahunan 40% sejak 2015. Sebagai perbandingan, ekonomi digital Malaysia, Thailand, dan Singapura tumbuh antara 20% dan 30%.

Efisiensi dan kemudahan e-commerce, pemesanan perjalanan online, aplikasi ride-hailing, dan pembayaran digital menarik semakin banyak pengguna internet di Indonesia (175,4 juta pada Januari 2020).

Menurut International Data Corporation, Indonesia telah menjadi pembelanja IT terbesar di Asia Tenggara. Sektor publik banyak berinvestasi dalam meningkatkan infrastruktur internalnya, dan sektor swasta juga melakukannya untuk meningkatkan layanan pelanggan guna mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar.

Pandemi Covid-19 telah mempercepat tren ini lebih jauh, dengan pembelian e-commerce naik 42% pada April 2020. Akibatnya, kepercayaan investor di sektor digital semakin solid.

Menganalisis Kesenjangan Bakat Digital Indonesia

Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital di berbagai sektor, termasuk 5G, komputasi awan, dan data besar. Mereka juga diharapkan dapat meningkatkan soft skill untuk mendukung profesionalisme di era Industri 4.0.

Menurut laporan Bank Dunia 2016, kepulauan ini akan menghadapi kekurangan sembilan juta talenta digital semi-terampil dan terampil selama 15 tahun ke depan. Dibutuhkan sekitar 600.000 talenta per tahun untuk menutup kesenjangan.

Jumlah Lulusan IT Indonesia

Ada sekitar 400.000 lulusan IT atau SMK setiap tahun di Indonesia yang dihasilkan dari ratusan program studi IT di perguruan tinggi dan sekolah kejuruan. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari lulusan TI, sebagian besar perlu ditingkatkan keterampilannya sehingga mereka memenuhi semua kualifikasi sumber daya manusia (SDM).

Banyaknya Lulusan IT yang Menjadi Programmer

Menurut survei Decoding terhadap demografi developer Indonesia, hanya 56% lulusan IT yang berkarir sebagai programmer di sebuah perusahaan, sisanya 44% terutama bekerja sebagai freelance programmer.

Pekerja Sadar akan Reskilling dan Upskilling

Dikutip dari survei Boston Consulting Group, 65-70% pekerja Indonesia, yang lebih tinggi dari rata-rata global 61%, mengakui bahwa peningkatan teknologi akan berdampak pada karir mereka. Mereka memahami pentingnya pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan agar tetap relevan, dan mereka bersedia mengisi kekosongan jika diperlukan.

Lebih lanjut, studi JP Morgan dan Singapore Management University melihat bahwa lulusan pelatihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan institusi tetapi juga dunia usaha.

Untuk menarik lebih banyak investasi asing di sektor ini, pemerintah telah melonggarkan aturan tentang pekerjaan untuk perusahaan rintisan berbasis teknologi yang beroperasi di zona ekonomi khusus (KEK), di mana mereka tidak lagi memerlukan rencana yang disetujui pemerintah untuk mempekerjakan karyawan asing yang terampil.

Ditunjuk sebagai prioritas, investasi di sektor digital ini juga akan mendapat manfaat dari berbagai insentif sebagai berikut:

  • Perusahaan asing yang termasuk dalam kelompok prioritas berhak atas berbagai insentif pajak dan non-pajak, termasuk tax holiday.
  • Bisnis padat modal di atas Rp 500 miliar menerima potongan 100% Pajak Penghasilan Badan hingga 20 tahun.
  • Investasi senilai Rp 100 – 500 miliar akan diberikan pengurangan Pajak Penghasilan Badan sebesar 50%, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 130/2020 yang mengatur kebijakan tax holiday di Indonesia.

Melakukan Bisnis di Indonesia untuk Orang India: Kerjasama yang Saling Menguntungkan

India sebagai pemimpin teknologi semakin populer di kalangan petinggi Indonesia. Salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di India, Tata Consultancy Services (TCS), telah menangani layanan perangkat lunak untuk flag carrier Indonesia Garuda Indonesia. Juga, dalam hal inovasi teknologi, India dapat memberikan di bidang-bidang seperti analitik data, pembelajaran mesin, kecerdasan buatan, internet of things (IoT), blockchain, dan robotika.

Di sisi lain, unicorn Indonesia Gojek juga telah mengakuisisi tiga perusahaan rintisan India dan secara agresif merekrut eksekutif tingkat atas India untuk memimpin bisnis di Indonesia.

Meningkatnya sinergi teknologi antara India dan Indonesia akan membantu Indonesia tidak hanya memperoleh teknologi terbaik dengan biaya rendah tetapi juga meningkatkan sumber daya manusianya.

Jika Anda ingin mendirikan PT Anda dapat menghubungi https://buatpt.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *