Ikuti Langkah-Langkah Ini untuk Memulai Perusahaan di Indonesia

Indonesia telah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang masif, menarik perhatian investor dan pengusaha di seluruh dunia. Dengan banyaknya startup dan usaha bisnis yang tersedia, tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja, termasuk orang asing, untuk mendirikan perusahaan sendiri di Indonesia. Tentu saja, beberapa langkah perlu dilakukan sebelum mendirikan perusahaan Indonesia yang beroperasi dengan baik.

 

Jika Anda memiliki rencana untuk memulai perusahaan baru di Indonesia, baca dan ikuti langkah-langkah mudah ini yang dapat membantu Anda menjadi pemilik bisnis di Indonesia.

Periksa Daftar Negatif Investasi

Untuk mendirikan perusahaan penanaman modal asing langsung di Indonesia, Anda harus terlebih dahulu memutuskan bidang usaha apa yang akan Anda investasikan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI. Kemudian, Anda harus memeriksa apakah bidang usaha terbuka dengan persyaratan atau tertutup untuk penanaman modal asing langsung berdasarkan Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi (DNI). Jika bidang usaha yang Anda minati tidak diatur, dan tidak ada larangan lain dari kementerian teknis terkait, maka berarti bidang usaha tersebut terbuka untuk penanaman modal asing langsung dengan kepemilikan asing maksimal 100%.

Beberapa industri mungkin telah berubah dari sebagian terbuka menjadi sepenuhnya terbuka untuk kepemilikan asing pada tahun 2019. Daftar ini dapat membantu Anda memutuskan apakah Anda memerlukan mitra lokal atau tidak. Daftar Negatif Investasi mencakup perusahaan-perusahaan Indonesia di sektor perdagangan, pariwisata, komunikasi, transportasi, dan telekomunikasi.

Sebagai catatan yang lebih segar, pemerintah Indonesia telah merencanakan untuk membuat daftar investasi “positif” untuk mempromosikan beberapa industri yang terbuka untuk investasi asing dan domestik. Nantinya, alih-alih melarang beberapa bidang usaha memiliki orang asing sebagai pemilik, Indonesia akan menyambut investor dan pengusaha asing dengan daftar prioritas.

Tetapkan entitas yang tepat

Setelah melihat Daftar Negatif Investasi, Anda selangkah lebih dekat untuk mendirikan perusahaan baru di Indonesia. Selanjutnya, Anda perlu memilih jenis perusahaan Indonesia yang dapat dibentuk oleh orang asing.

Pertama adalah mendirikan Perseroan Terbatas atau Ltd (PT PMA) yang dimana informasi lebih lanjut mengenai pendirian PT bisa anda dapatkan di https://ptbandung.co.id/. Perusahaan ‘PT’ harus dimiliki oleh minimal dua pemegang saham. Mereka dapat menjadi pemegang saham individu atau perusahaan atau kombinasi keduanya. Investasi minimum untuk perusahaan FDI adalah di atas Rp 10 miliar (tidak termasuk biaya tanah dan bangunan), sedangkan modal disetor dan ditempatkan minimum adalah Rp 2,5 miliar. Untuk setiap pemegang saham, diperlukan minimal Rp 10 juta atau setara dalam USD.

Kedua, investor asing dapat mendirikan Kantor Perwakilan untuk mempelajari pasar. Kantor Perwakilan Asing (Kantor Perwakilan Perusahaan Asing atau KPPA) adalah kantor yang didirikan oleh perusahaan luar negeri untuk mewakili dirinya di Indonesia. Kantor Perwakilan Asing biasanya memiliki fungsi yang terbatas dan umumnya dilarang terlibat langsung dalam kegiatan operasional, menandatangani kontrak, menerbitkan faktur resmi, menerima pembayaran dari kliennya, dan terlibat langsung dalam kegiatan lain yang menghasilkan keuntungan.

Berurusan dengan birokrasi

Proses pendirian perusahaan di Indonesia mengharuskan Investor untuk menerbitkan Anggaran Dasar dan pengesahan perusahaan, melalui Notaris dan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari Kantor Pajak.

Peraturan Bank Sentral Indonesia mensyaratkan bahwa semua transaksi perbankan (seperti penyertaan modal, administrasi pinjaman, pembayaran peralatan modal, bahan baku, dll) dari PT yang baru didirikan. PMA harus dikelola melalui rekening bank khusus penanaman modal asing di Indonesia.

 

Pada dasarnya, untuk memulai bisnis, perusahaan harus memperoleh izin berikut:

  1. Nomor Identitas Usaha Tunggal (NIB)
  2. Izin Usaha (Izin Usaha)
  3. Lisensi Komersial/Operasional (Izin Komersial/Operasional) melalui website Online Single Submission “OSS” ( www.oss.go.id ).

Izin usaha dapat diajukan secara online melalui OSS kecuali untuk beberapa bidang usaha. Yaitu sektor keuangan, pertambangan (migas, minerba, dan panas bumi), dan properti. Untuk sektor-sektor tersebut, perizinan dapat diajukan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP Pusat) BKPM.

Orang asing yang akan bekerja dan tinggal di Indonesia harus mendapatkan Visa Tinggal Terbatas (VITAS). Untuk mendapatkan VITAS, pelamar harus memiliki sponsor baik dari negara asalnya maupun di Indonesia. Permohonan harus diajukan oleh sponsor di Indonesia ke Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta. Setelah permohonan disetujui, Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta akan memberikan surat persetujuan kepada sponsor atau counterpart di Indonesia dan KBRI tempat pengambilan visa. Kedutaan akan menerbitkan VITAS hanya setelah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta. Setelah orang asing masuk ke Indonesia dengan menggunakan VITAS, mereka harus mengajukan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dari kantor imigrasi setempat.

Tetapkan lokasi

Langkah penting lainnya adalah memilih lokasi perusahaan Anda. Wilayah dan jenis perusahaan yang berbeda memiliki aturan dasar khusus yang harus Anda patuhi. UU Perindustrian No. 3 tahun 2014 dan PP No. 142 tahun 2015 telah mengamanatkan bahwa setiap kegiatan industri harus berlokasi di kawasan industri.

Saat ini, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) memiliki 87 anggota perusahaan, di 18 provinsi, dengan total luas bruto sekitar 86.059 hektar. Lebih dari 9.950 perusahaan manufaktur beroperasi dan angka-angka ini tidak termasuk kawasan industri non anggota HKI.

Kantor perwakilan hanya dapat didirikan di ibu kota suatu daerah dan harus berada di gedung perkantoran. Dengan mengatur lokasi kantor, Anda dapat memproses surat domisili dan dokumen lain yang diperlukan sesuai dengan itu.

Temukan sumber daya

Pemberi kerja tenaga kerja asing hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja asing untuk posisi dan waktu tertentu. Pengusaha Perusahaan Sipil Federal (Firma atau Fa), Kemitraan Terbatas/Federal (Commandditaire Vennootschap atau CV), Usaha Asosiasi (Usaha Bersama atau UB), Perusahaan Dagang (Usaha Dagang atau UD) dilarang mempekerjakan tenaga kerja asing kecuali sebagaimana diatur dalam hukum negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *